SANTRI (cerpen karya Siswa)

       

S A N T R I

Karya : Birruki Asadana Fasa (7b)

         Neva adalah anak yang pintar di ponpesnya, dia hanya sekali kena hukuman saat ia lupa tidak memakai kerudung saat keluar kamar,rambutnya di potong pendek oleh gurunya. Saat ia keluar dari kantor, teman-temanya mengerbunginya mereka ingin tahu hukuman apa yang pak guru berikan kepadanya. “Neva kamu tadi di beri hukuman apa ?” tanya rita. “aku tidak di hukum berat kok, rambutku Cuma dipotong dikit.” Jawab Neva, semua teman- temanya ingin melihat rambut Neva. “lihatnya di kamar aja jangan di sini.” Teriak Neva. Neva memperlihatkan rambutnya setelah sampai kamar, teman-temanya tertawa melihat rambut Neva yang mirip dora.

          Hari sudah malam,para santri di suruh tidur, dan di bangunkan saat tahajut jam 03.00 WIB. Saat Neva bangun, Neva terkejut melihat lemarinya berantakan dan uangnya juga hilang, Neva menanyakan kepada teman-temanya tapi temanya tidak ada yang tahu. Karena tidak ada yang tahu, Neva pun mengadukanya kepada pengawas ponpes dan pengawas sekolah, semua bingung mencari uang Neva, Neva pun jadi tidak semangat belajar karena memikirkan uangnya. “sabar ya Neva uangmu pasti ketemu.” Kata Rita menenangkan. “terimah kasih jawab Neva.

           Hari sudah malam para santri tidur dan dibangunkan pada waktu tahajud,saat bangun Rita menjerit, santri sekamar sampai ikut terbangun. “ada apa Rita?” tanya Neva. “lihatlah”. Neva melihat lemari Rita berantakan dan uangnya juga hilang. Rita melaporkanya kepada kepala sekolah dan pengurus pondok. Dalam semalam ada 1 santri yang kehilangan uang, kejadian ini terus berulang. Agar masalah selesai pak kyai pun memasang CCTV pada setiap ruangan termasuk kamar santri, tapi CCTV itu  hanya bekerja pada malam hari.

           Keesokan harinya Yovie kehilangan uang juga, pak kyai dan kepala sekolah langsung menuju ruang CCTV dan mengecek CCTV di kamar Yovie. Terlihat ada seseorang berbaju putih dg rambut panjang di kepang, pencuri itu terlihat sedang mencuri uang di kamar Yovie setelah mendapat uang, pencuri itu langsung kabur tanpa merapikan lemari. “bagaimana pencuri itu bisa masuk? Kan kita sudah memerintah dua satpam untuk menjaga gerbang”.Tanya kyai. Lalu kyai mencoba meng KLICK CCTV bagian gerbang.ternyata kedua satpam itu di hipnotis oleh si pencuri sampai tertidur.kyai dan kepala sekolah pun terkejut. Kyai mencoba mang KLICK semua CCTV,ternyata terlihat pencuri itu sedang keluar lewat pintu belakang ponpes dan ia terjatuh ke dalam lubang yang  sengaja di buat satpam untuk menjebak pencuri. Kyai dan kepala sekolah langsung menuju gerbang belakang di temani satpam.

         “Siapa yang menggali lubang ini?”.tanya kyai. “maaf kami pak”.” Kalian pintar sekali membuat jebakan”.puji kyai. “terimah kasih pak”.jawab sat pam. Terlihat pencuri itu pingsan dan ia tidak akan bisa keluar karena lubangnya lebih dalam dari kuburan. Kedua satpam itu langsung masuk ke dalam lubang untuk membawa pencuri ke ruang UKS. Betapa kagetnya satpam saat melihat pencuri itu bibi Rika tukang masak di ponpes. Bibi Rika terkenal sebagai orang yang ramah, jujur, dan baik. Satpam langsung membawa bibi Rika ke UKS. Tidak lama kemudian bibi Rika pun sadar,dan kyai langsung menanyainya. “Rika kenapa kamu bisa melakukan perbuatan ini?”.tanya kyai marah. Bibi Rika pun menjawab sambil menangis. “maafkansaya terpaksa melakukan ini karena kebutuhan keluarga”.”kenapa kamu tidak bilang kepada kami ? kami bisa meminjamkan beberapa uang untukmu”.tanya kyai kesal. Bibi Rika hanya terdiam. Dan tidak lama kemudian bibi Rika menjawab.”baiklah saya akan ganti uang yang saya curi”.bibiRika langsung pulang dan mengambil uang seadanya dan diberikan kepada santri dan minta maaf sebesar-besarnya. Santri, kyai, kepala sekolah, dan yg lainya memaafkan bibi Rika. Bibi Rika merasa lega. Bibi Rika berjanji tidak akan mengulangi lagi. Setelah itu bibiRika langsung menuju musholah untuk sholat taubat. Dan minta maaf kepada Allah. Tidak lama setelah bibi Rika sholat taubat,bibi Rika diminta ke kantor, bibi Rika takut kyai masih agak marah padanya.ternyata kyai hanya ingin memberikan uang padanya. Bibi Rika sangat berterima kasih.

                                                                                                                                       TAMAT

© Hak Cipta 2024 MTs Tarbiyatul Wathon Gresik - Semua hak dilindungi

Dikembangkan oleh : Anggasoft